RSS
Wecome to my Blog, enjoy reading :)

Pages

Rabu, 14 Agustus 2013

Makalah Penelitian

melatiku.jpg



Pembentukan karakter siswa/i SMAN 10 Samarinda tahun 2012/2013




Disusun oleh:
Alief Viya Nur Islami
X IPS






Daftar Isi

Judul................................................................................................................ 1
Daftar Isi......................................................................................................... 2
ISI
A.     Latar Belakang................................................................................. 3-4
B.     Pembahasan..................................................................................... 4-7
C.     Kesimpulan.....................................................................................  7
PENUTUP..................................................................................................... 8



ISI
A.     Latar Belakang
Membentuk Karakter Siswa SMAN 10 Samarinda
Karakter dan kepribadian seorang warga negara menunjukkan karakter suatu bangsa. Maka dari itu, dibutuhkan suatu karakter dari seseorang yang dapat menunjukkan bangsa tersebut merupakan bangsa yang kuat dan tidak gampang dianggap remeh.
Pembentukan karakter siswa dimulai pertama kali dalam lingkungan keluarga dan selanjutnya di lingkungan sekitar tempat tinggal. Keluarga dapat dikatakan adalah peletak dasar bagi pendidikan seorang anak. Artinya keluarga sangat berperan dalam perkembangan kepribadian anak. Namun pada masa sekarang sekolah dibutuhkan karena masyarakat modern dengan kebudayaan dan peradaban yang telah maju menimbulkan berbagai permasalahan yang kompleks sehingga dibutuhkan pendidikan yang lebih mendasar dalam pembentukan kepribadian seorang siswa. Pendidikan ini disebut sebagai pendidikan karakter.
Pendidikan karakter adalah pendidikan yang membagi fokusnya terhadap dua hal yaitu ilmu pengetahuan dan pengembangan karakter individu yang dalam hal ini lebih ditekankan kepada sikap, perilaku dan cara berpikir individu. Pendidikan karakter sangat penting perannya dalam membatasi langkah dan perilaku individu agar tidak melanggar norma dan hal-hal lain yang bertentangan dengan budaya masyarakat timur. Pendidikan karakter sangat baik jika diterapkan sejak dini dengan sasaran anak-anak agar terbentuk pribadi yang memiliki pandangan dan ideologi sendiri. Pendidikan karakter tidak harus masuk dalam kurikulum pendidikan. Ini hanyalah proses dari perbaikan sistem nilai dan akhlak. output dari pendidikan karakter adalah membentuk manusia-manusia berkualitas dan berkarakter yang siap bersaing tanpa terbawa arus yang berlebihan.
Pendidikan karakter memiliki fungsi yang cukup strategis untuk pembentukan karakter siswa dan menumbuhkan kesadaran diri siswa. Di dalam pendidikan karakter sekolah terdapat pendidikan agama yang merupakan tuntunan dalam berperilaku entah itu hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam sekitar.
Dalam menjalankan fungsinya yaitu dapat menumbuhkan kesadaran diri siswa ada beberapa macam kesadaran siswa. Pertama, yaitu kesadaran diri siswa sebagai hamba Tuhan. Maksudnya, siswa dituntut agar selalu menjadikan agama sebagai landasan dalam berperilaku di dalam kehidupan sehari-hari dan menjadikan landasan dalam berkarakter. Kedua, kesadaran diri siswa sebagai makhluk sosial. Kesadaran diri ini bisa membuat siswa menjadi lebih toleran terhadap sesamanya di sekolah maupun di lingkungan sekolah tempat tinggal. Misalnya, tidak berisik ketika ada teman yang berbeda agama sedang beribadah. Selain itu, diharapkan siswa berperilaku yang baik sesama teman misalnya tolong-menolong. Ketiga, kesadaran diri siswa bahwa manusia tinggal di bumi tidak sendiri. Tetapi, Tuhan menciptakan berbagai makhluk hidup agar sesama mereka dapat saling menjaga satu sama lain. Keempat, kesadaran diri kita sebagai makhluk Tuhan yang diciptakan dengan akal, pikiran, dan segala bakat dan potensi kita. Maka dari itu, kita dituntut agar selalu bersyukur terhadapNya dan mengembangkan potensi yang kita punya. Jika macam-macam kesadaran diri siswa dapat kita lakukan, maka akan menumbuhkan kepercayaan diri siswa sehingga akan terbentuk karakter siswa yang bagus.

B.     Pembahasan
Dalam pembentukan karakter siswa dibutuhkan waktu dan komitmen entah itu dari orang tua, masyarakat, sekolah atau guru, dan lain-lain untuk mendidik anak menjadi pribadi yang berkarakter. Jika ruang lingkup pembentukan karakter siswa berada dalam lingkup yang kecil seperti keluarga, maka yang dibutuhkan waktu dan komitmennya adalah orang tua dan keluarga. Begitu pula jika pembentukan karakter siswa terjadi di dalam sekolah, maka yang diperlukan adalah guru dan warga sekolah lainnya. Maksudnya waktu dan komitmen adalah jika kita sedang dalam proses mengajarkan suatu pendidikan karakter bagi siswa komitmen kita agar selalu bersabar dan selalu mengajarkan yang positif sedangkan waktu adalah periode kita dalam mengajarkan pendidikan karakter tersebut. Manfaatnya bukan hanya untuk siswa yang kita ajarkan, tetapi berdampak juga ke kita. Misalkan dengan kita bersabar kita dapat mengetahui karakter siswa sehingga kita dapat memberikan pengajaran yang sesuai dengan karakter siswa tersebut.
Peran keluarga dalam pembentukan karakter bagi siswa merupakan masa yang paling efektif karena disitulah siswa memiliki dasar karakter tersebut. Jika di sekolah, siswa hanya lebih diajarkan dalam berperilaku yang baik dan memiliki karakter yang baik. Dalam keluarga pun jika ingin menanamkan karakter yang baik harus berdasarkan kepada ajaran agama yang dianut. Ada beberapa cara untuk menanamkan karkater dasar anak yang baik agar anak memiliki rasa percaya diri. 1) menemukan kemampuan unik pada anak. Semakin anak-anak mampu mengenali kemampuan unik mereka, akan semakin tinggi kepercayaan diri yang mereka miliki. Bantu anak menyadari kemampuannya sendiri tanpa memaksanya melakukan hal yang tidak diinginkan, dan hentikan membandingkan kemampuan mereka dengan saudara lainnya. 2) mengapresiasikan prestasi dan hasil kerja keras mereka. 3) fokus terhadap tindakan mereka bukan pada penampilan mereka. Don’t judge the book from its cover, sesuai dengan quote tersebut anak-anak dihaarapkan agar lebih memperhatikan tingkah laku mereka, bukan hanya memperhatikan penampilan saja terutama bagi anak perempuan. 4) Memuji anak. Karena semua orang pasti menyukai suatu pujian, apalagi anak-anak. Dengan cara memuji mereka, dapat menumbuhkan rasa percaya diri mereka. 5) membantu anak agar menonjolkan sisi positif dari diri mereka, daripada sisi negatifnya. 6) kita jangan selalu membantu anak-anak dalam memecahkan segala masalah. Beri waktu unutk anak-anak agar lebih mandiri dan lebih kreatif dengan memecahkan masalah yang dihadapi dengan pemikiran diri  mereka sendiri. 7) bantu anak agar selalu mengambil pelajaran dari kesalahan yang diperbuat di masa lalu, agar anak tidak terus-menerus terpuruk dalam kesedihannya karena melakukan kesalahan.
Setelah sukses dalam menanamkan karakter dasar pada diri anak-anak agar memiliki karakter yang baik, maka dilanjutkan dalam ruang lingkup sekolah.
Di sekolah, karakter siswa yang sudah ada tersebut dipoles lagi agar anak-anak agar dapat dengan mudah beradaptasi dan berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku. Caranya dengan pendidikan karakter. Pendidikan sesungguhnya berkaitan erat dengan manusia. manusia dan pendidikan merupakan dua sisi dari satu kehidupan. Melalui pendidikan seseorang dapat dimanusiakan menjadi manusia. Tetapi, ini semua kembali pada sistem pendidikan yang berlaku di suatu negara. Contohnya Indonesia, ternyata Lembaga pendidikan di Indonesia ternyata gagal berperan sebagai pranata sosial yang mampu membangun karakter bangsa Indonesia sesuai dengan nilai-nilai normatif kebangsaan yang dicita-citakan. Sekarang Indonesia sedang mengalami suatu bencana yang disebut sebagai krisi karakter bangsa. Banyak pelajar-pelajar yang tawuran entah itu anta geng maupun antar sekolah, ada juga pelajar yang memakai narkoba, dan banyak pula pelajar Indoneisa yang sudah melakukan hubungan seks di luar nikah. Tragedi ini menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan suatu perbaikan di sistem pengajaran dan pendidikan yang dapat mencegah terjadinya krisis karakter bangsa ini. Suatu sistem pendidikan yang lebih menekankan pada kepribadian masing-masing individu. Yang dapat menanamkan karakter dan kepribadian siswa agar lebih berperilaku sesuai dengan norma. Saat ini, belum ada usaha yang serius dari pemerintahan untuk mencari akar dari segala keterpurukan bangsa ini pada pendidikan. Pendidikan yang formal juga belum membawa anak didik pada kesadaran akan dirinya sendiri sebagai manusia yang memilik akal dan pikiran. Sistem pendidikan kita hanya mengandalkan cara berpikir yang bermuatan kurikulum, bukan pada pembentukan karakter anak didik.
Banyak sudah negara yang  sekolah-sekolahnya memiliki sistem pendidikan berkarakter. Misalkan Cina, bisa melakukan pendidikan karakter untuk 1,3 miliar menjadi manusia yang berkarakter (rajin, jujur, peduli terhadap sesama, rendah hati, terbuka), Indonesia tentunya bisa melakukannya. Namun, gaung pendidikan karakter belum banyak terdengar dari para pemimpin kita. Tentunya, sebagai warga negara yang bertanggung jawab, kita semua bisa melakukannya dalam sekolah.
Kecakapan kesadaran diri pada dasarnya merupakan penghayatan diri sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa, sebagai anggota masyarakat dan warga negara, sebagai bagian dari lingkungan, serta menyadari dan mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, sekaligus menjadikannya sebagai modal untuk meningkatkan diri sebagai individu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun lingkungannya. Dengan kesadaran diri sebagai hamba Tuhan, seseorang akan terdorong untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya, serta mengamalkan ajaran agama yang diyakininya. Pendidikan agama bukan dimaknai sebagai pengetahuan semata, tetapi sebagai tuntunan bertindak berperilaku, baik dalam hubungan antara dirinya dengan Tuhan Yang Maha Esa, maupun hubungan antara manusia dengan alam lingkungannya. Oleh karena itu, walaupun kesadaran dirilebih merupakan sikap, namun diperlukan kecakapan untuk menginternalisasi informasi menjadi nilai-nilai dan kemudian mewujudkan menjadi perilaku keseharian.
Apa dampak pendidikan karakter terhadap keberhasilan akademik? hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dariUniversity of Missouri - St Louis, menunjukkan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambar keberhasilan akademik. Pendidikan karakter ada-lah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif dan pelaksanaannya pun harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dengan pendidikan karakter, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongong masa depan karena dengannya seseorang akan dapat berhasil dalam menghadapi segala macam tantangan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis. pengaruh kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Dikatakan bahwa ada sederet faktor-faktor risiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor risiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi. Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesuliran belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra-sekolah dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter atau mempunyai kecerdasan emosi tinggi akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas dan sebagainya. Jadi, pendidikan karakter atau budi pekerti plus adalah suatu yang urgen untukdilakukan. Kalau kita peduli untuk meningkatkan mutu lulusan SD, SMP dan SMU, maka tanpa pendidikan karakter adalah usaha yang sia-sia.
Semakin berkembangnya teknologi, setiap negara dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat bersaing dengan negara lain. Selain dari segi kualitas pendidikannya, negara juga dituntut menciptakan para generasi muda yang berkarakter. Oleh karena itu penting untuk diadakan pendidikan karakter, yaitu metode pendidikan yang juga mengajari berperilaku. Pendidikan karakter hendaknya terfokus pada pengembangan karakter tiap individu baik dalam segi pengetahuan maupun pengembangan keterampilan dan sikap individu agar nantinya terbentuk sumber daya manusia yang memiliki karakter. Pendidikan seperti apa yang berkarakter? Semua jenis pendidikan pasti memiliki karakter atau kekhasan tersendiri dalam pelaksanaannya. Seperti halnya di Indonesia, Ujian Nasional masih menjadi penentu kelulusan para siswa, padahal bukan nilai ujian yang nanti menentukan berhasil atau tidaknya siswa-siswa tersebut di lapangan.
Segera jelas, pendidikan karakter terkait dengan bidang-bidang lain, khususnya budaya, pendidikan, dan agama. Ketiga-tiga bidang kehidupan terakhir ini berhubungan erat dengan nilai-nilai yang sangat penting bagi manusia dalam berbagai aspek kehidupannya. Budaya atau kebudayaan umumnya mencakup nilai-nilai luhur yang secara tradisional menjadi panutan bagi masyarakat. Pendidikan—selain mencakup proses transfer dan transmissi ilmu pengetahuan—juga merupakan proses sangat strategis dalam menanamkan nilai dalam rangka pembudayaan anak manusia. Sementara itu, agama juga mengandung ajaran tentang berbagai nilai luhur dan mulia bagi manusia untuk mencapai harkat kemanusiaan dan kebudayaannya.
C.     Kesimpulan
Jadi, pembentukan karakter sangat dibutuhkan bagi generasi penerus bangsa agar negara khususnya negara Indonesia tidak hanya memiliki generasi muda yang pintar tetapi juga cerdas yaitu pintar dalam segala hal termasuk sopan santun, dan memiliki karakter yang bagus dan dapat ditiru bagi generasi muda lainnya di seluruh dunia.
















PENUTUP
Dengan dibuatnya research project ini diharapkan agar siswa/i SMAN 10 Samarinda menjadi sadar dan lebih memperhatikan sikap mereka dan juga belajar untuk membentuk karakter diri sendiri.




0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2009 my DREAM's are INFINITE with MUSIC Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Ezwpthemes