RSS
Wecome to my Blog, enjoy reading :)

Pages

Rabu, 14 Agustus 2013

Artikel untuk tugas sekolah

Persiapkan Masa Depanmu Mulai Dari Sekarang
(bagi para peminat jurusan IPS)
D
ewasa ini, banyak universitas-universitas yang menyediakan banyak pilihan jurusan, tinggal kitanya saja yang memilih. Itu semua tergantung dengan kemauan kita dan cita-cita kita kedepannya, ingin menjadi apa kita nanti? Kerja di bidang yang kita sukai atau sesuai dengan kemauan orang tua kah? Ya itu semua kembali ke diri kita masing-masing jurusan manakah yang paling sesuai dengan kita dan termasuk yang kita ahli di dalamnya. Jangan memilih jurusan hanya karena pengaruh teman, disuruh orang tua, gengsi, dll. Yang pada akhirnya merugikan diri kita sendiri, kita jadi malas-malasan untuk pergi kuliah, nilainya jeblok, kehidupan kita kacau balau dan malah membuat orang tua kita bersedih.
Maka dari itu, supaya hal-hal tersebut tidak akan terjadi, kita harus memikirkannya matang-matang sedari dini. Untuk siswa yang memilih jurusan IPS sewaktu di SMA, ada beberapa pilihan jurusan, ada jurusan Psikologi, Hukum, Geologi, antropologi, ilmu budaya Korea, ilmu budaya Jepang, ilmu budaya China, ilmu budaya Thailand, ilmu budaya negara-negara lain dan HI (Hubungan Internasional), dan sebagainya. Namun, dari sekian banyak pilihan jurusan itu, ada beberapa jurusan yang paling banyak diminati oleh kebanyakan calon mahasiswa sehingga untuk masuk ke jurusan tersebut dibutuhkan kerja keras ekstra dan penerimaan mahasiswa barunya yang ketat. Salah satu jurusan perkuliahan yang banyak diminati adalah Hubungan Internasional (HI). HI sering dianggap sebagai cabang ilmu politik. Namun, pihak akademia lebih suka menganggapnya sebagai suatu bidang studi interdisipliner. Kebanyakan dari calon mahasiswa yang akan masuk kuliah dan memilih jurusan Hubungan Internasional adalah siswa yang dulunya sewaktu di Sekolah Menengah Atas (SMA) memilih jurusan IPS. Karena bidang ilmu yang dipelajari nantinya kalau kita diterima di Hubungan Internasional adalah ilmu sosial non eksak atau ilmu-ilmu yang mempelajari interaksi kita dengan lingkungan sekitar contohnya seperti pelajaran ekonomi, sejarah, hukum internasional, filsafat, geografi, kerja sosial, sosiologi, antropologi, kriminologi, psikologi, studi gender, dan ilmu budaya/kulturologi. HI mencakup rentang isu yang luas, termasuk globalisasi, kedaulatan negara, keamanan internasional, kelestarian lingkungan, proliferasi nuklir, nasionalisme, pembangunan ekonomi, keuangan global, terorisme, kejahatan terorganisasi, keamanan manusia, intervensionisme asing, dan hak asasi manusia. Biasanya, orang yang mengambil jurusan HI itu ingin bekerja menjadi diplomat luar negeri atau bekerja sebagai staf di kedutaan besar, tetapi kalian juga bisa bekerja sebagai pengamat politik luar negeri, bekerja di kantor saham dunia, atau bisa saja kita diangkat oleh presiden sebagai menteri luar negeri. Hehehe... pokoknya banyak jenis pekerjaan yang dapat kita lakukan sesuai dengan bidang jurusan yang kita tekuni.
Pelajaran-pelajaran ilmu sosial tersebut hanya ada dan dipelajari di jurusan IPS di SMA. Jadi, kalau kita memang benar-benar ingin memilih jurusan Hubungan Internasional (HI) kita harus menentukannya mulai dari lulus SMP.
Ketika lulus SMP kita dihadapkan pada suatu pilihan, yaitu pilihan antara sekolah unggulan atau istilahnya sekolah yang berstandar Internasional, dengan sekolah biasa atau “pinggiran”. Masing-masing sekolah punya keunggulannya masing-masing. Sekolah unggulan biasanya memudahkan jalan kita menuju universitas favorit di Indonesia atau di luar negeri. Selain itu, dalam proses belajar-mengajarnya pun berbeda dengan sekolah biasa yang lain, jam belajarnya intensif, guru-gurunya memiliki sistem pembelajaran yang beda yaitu guru lebih banyak mendengarkan aspirasi siswa daripada menjelaskan, jadi siswa dituntut agar lebih cepat tanggap dan kreatif, standar nilai ketuntasannya (KKM) adalah 80 jadi kalau ada siswa yang nilainya kurang dari 80, harus siap-siap remidi. Beda lagi halnya jika kita sekolah di sekolah yang kredibilitasnnya jelek, maka secara tidak langsung juga berdampak buruk bagi kita. Misal, kita jadi malas-malasan untuk bersekolah karena merasa standar nilai ketuntasannya rendah, berfikir tidak belajar pun bisa. Hal-hal semacam ini yang dapat memengaruhi kita kedepannya dalam penentuan jurusan kuliah karena nilai mungkin yang tidak mencukupi atau hal-hal lain yang sebenarnya disebabkan oleh kita juga karena kita tidak terlalu befikir jauh kedepan, mau jadi apa kita nantinya.
Setelah kita masuk SMA, lagi-lagi kita langsung diharuskan memilih jurusan. Tetapi, ada juga sekolah yang melakukan penjurusan ketika siswa memasuki kelas XI. Jurusan yang disediakan pun tidak banyak seperti di universitas. Hanya ada dua pilihan yaitu, IPA dan IPS. di beberapa sekolah juga ada yang menyediakan pilihan jurusan Umum dan Bahasa. Pilihan kita disini menentukan diri kita nantinya di universitas. Karena pada saat kita memasuki universitas banyak sekali jurusan yang ditawarkan dan jurusan yang disediakkan ini merupakan cabang dari jurusan yang kita pilih di SMA. Jadi, kalau kita benar-benar ingin menjadi apa yang kita cita-citakan, kita harus memikirkannya matang-matang sedari dini.
Ada beberapa persoalan yang muncul ketika disuruh memilih jurusan. Pertama, kendala perijinan orang tua. Banyak contoh kasus yang hampir selalu terjadi misal, ada siswa yang ingin sekali masuk ke jurusan IPS tetapi orang tuanya tidak membolehkan, karena menurut orang tuanya, siswa ini lebih cocok masuk IPA selain karena selalu menjadi peringkat pertama di kelas juga siswa ini banyak mengikuti lomba-lomba yang  berhubungan dengan MIPA dan sebagian besar menang. Kedua yaitu mengikuti teman. Dengan alasan gengsi dan ikut-ikut teman, banyak siswa-siswa lebih memilih jurusan IPA ketimbang jurusan IPS tetapi tidak tahu ingin menjadi apa nantinya. Ketika ditanya alasan mengapa lebih memilih IPA daripada IPS padahal kita sama-sama belajar hanya beda dalam ruang lingkup pembelajarannya saja. Jawaban mereka para pemilih jurusan IPA adalah hampir sama yaitu tidak memberikan jawaban yang spesifik dan  mendasar untuk menjelaskan alasan mereka memilih IPA. Kebanyakan dari mereka menjawab seperti “ orang tua ku maunya aku di IPA “ atau “ banyak yang milih IPA, jadi aku juga pilih IPA “. Ketika ditanya mau jadi apa kalian dengan memilih jurusan IPA? Mereka bilang nggak tau, hanya saja mereka berpikir dengan mereka memilih IPA, mereka bisa dengan mudah memilih jurusan apa saja ketika di kuliah nanti sesuai dengan kemauan mereka. Memang benar, jurusan IPA memang bisa memilih jurusan apa pun di universitas nanti, misal ayuna yang berasal dari IPA ingin sekali memilih jurusan HI dan itu bisa saja terjadi, namun itu berarti ketika tes penerimaan mahasiswa baru, mereka yang berasal dari jurusan IPA harus mengulang kembali pelajaran IPS yang seharusnya mereka pelajari di SMA dan itu membutuhkan kerja keras lebih karena harus mengulang pelajaran dalam waktu yang singkat untuk mengulang kembali pelajaran. Jadi, sia-sia saja dong perjuangan kita dalam belajar mengerti matematika, fisika, biologi, kimia, dll, yang ternyata pada akhirnya kita memilih jurusan kuliah yang bukan berkaitan dengan hitung-menghitung tetapi belajar mengenai hal-hal sosial atau ilmu eksak  
Beda halnya dengan siswa jurusan IPS, mereka tidak perlu susah payah mengulang kembali pelajaran. Karena mereka sudah mempelajarinya sewaktu di sekolah. Memang semuanya tergantung pada takdir mereka masing-masing, apakah beruntung atau tidak, dan diselingi dengan doa.
Karena itu, usahakan memilih jurusan itu tanpa ada desakan jadi sesuai dengan hati nurani kita. Pikirkan baik-baik potensi kita dan kemampuan kita dalam mengikuti pelajaran itu lebih dominan ke MIPA atau ke arah pelajaran sosial. Jangan kita menyesal di akhir karena kita salah memilih jurusan dan tidak sesuai dengan kita jadinya kita malah malas-malasan untuk mengikuti pelajaran dan nilai kita jadinya hancur dan berimbas juga ke kitanya yang tidak berkembang.
Setelah kita memilih jurusan, tekunilah pelajaran yang ada di jurusan tersebut dan cobalah untuk mengembangkan kemampuan kita yang mungkin tersembunyi karena selama ini, selama 9 tahun (SD+SMP) kita belajar semua mata pelajaran. Maksudnya, mungkin selama ini kemampuan kita unutk menyerap dan mengerti pelajaran dengan mudah itu ada di pelajaran sosial yang notabene banyak menghapal, bukan di pelajaran MIPA yang menuntut kita agar selalu menghitung. Jika kita masuk ke jurusan IPS, itu berarti kita sudah sesuai ditempat kita seharusnya berada. Kemampuan kita lebih terasah dan kita lebih maju.
Semua tahapan-tahapan tersebut adalah jalan kita menuju masa depan kita sesuai dengan yang kita inginkan. Jadi, teruslah berjuang demi masa depan kita yang cerah jagan pernah putus asa dan selalu iringi dengan berdoa.



SELESAI




NB: Maaf, kalau artikelnya jelek dan asal-asalan.


0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2009 my DREAM's are INFINITE with MUSIC Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Ezwpthemes